Jumat, 18 Oktober 2013

TRANSMISI INFORMASI

TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TRANSMISI INFORMASI
Description: LOGO FKIP UNIV PGRI
Disusun Oleh:


Nama Kelompok 2                            :
1. Yesi Agustriani                  (2010122054)
2. Suyatmi                               (2010122066)
3. Andrea Kamiswara           (2010122071)
4. Ade Saputra                       (2010122078)
5. Seni riska                            (2010122082)
6. Fitri Afriani                          (2010122089)
Kelas/Semester         : B/5
Prodi                             : Pendidikan Fisika
Mata Kuliah                             : TIK
Dosen Pengasuh      : Andi kurnSiawan , S.Pd

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PeNDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
2012

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik – baiknya. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah menjadi suri tauladan bagi umat manusia sehingga sampai detik ini kita masih merasakan indahnya iman dan Islam.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing kami Bapak  “ Andi kurniawan , S.Pd ” yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.Makalah ini kurang sempurna seperti yang para pembaca inginkan jadi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika terjadi banyak kesalahan. Makalah ini dibuat untuk tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang mau membacanya sehingga ini menjadi amal jariah bagi kami, sehingga dapat memotivasi saya untuk terus berkarya mengamalkan ilmu yang telah kami peroleh.
Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga kami dapat memberikan yang terbaik untuk study selanjutnya.



                                                                                    Palembang,   November 2012


            Penyusun






DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.............................................................................. ii
DAFTAR ISI.............................................................................................. iii

BAB I
PENDAHULUAN..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 6
1.3 Tujuan.................................................................................................... 6

BAB II
LANDASAN TEORI................................................................................ 7
II.I .I Definisi trasmisi data......................................................................... 7
II.I.2 Proses registrasi jaringan .................................................................... 8
II.I.3.Penguat umpan balik.......................................................................... 9
II.1.4.Penerimaan Data Informasi................................................................ 11
II.1.5.Dasar system informasi ..................................................................... 12
II.1.6.Siklus Hidup Sistem .......................................................................... 17
II.1.7.Prototyping........................................................................................ 20
II.1.8.Digit Biner......................................................................................... 21
II.1.9.Kapasitas Informasi Tersembunyi pada Steganografi Citra
Menggunakan Teknik HYBRID.................................................................. 28

BAB III
PENUTUP.................................................................................................. 11
Kesimpulan dan Saran................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA



BAB 1
PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang
Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi. Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup dan Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah Perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Namun pada prakteknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari pihak pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang. Dari pihak pengguna, idealnya perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari awal siklus hidup pengembangan sistem. Apabila perlu dilakukan revisi dan pengulangan tahapan siklus hidup pengembangan sistem.

Pada dasarnya system transmisi pada system komunikasi terdapat dua system, bagian penerimaan (receiver) yang berfungsi sebagai penerimaan data informasi suara ataupun data alfanumerik dan grafik dari base station kepada handphone. Sedangkan bagian pemancaran (transmitter) berfungsi sebagai pengiriman data informasi suara ataupun data alfanumerik, grafik dan proses registrasi jaringan.Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima data menggunakan komputer / media elektronik. Untuk mengetahui lebih jauh tentang transmisi data beserta proses dan langkah kerjanya. Sebelum menggunakan transmisi data (pengiriman data), maka salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan adalah Konfigurasi Jalur Transmisi Data, dalam hal ini konfigurasi tersebut dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
a.       Point to point
Dalam konfigurasi ini media atau peralatan saling terhubung antara satu peralatan dengan peralatan yang lain tanpa terbagi. Konfigurasi Point to Point biasanya digunakan pada beberapa peralatan komputer seperti printer yang terhubung langsung dengan PC / komputer.
b.      Point to multipoint: Dalam proses disebut juga dengan access multipoint, dimana pada satu alat / media dapat terhubung dengan beberapa alat lainnya. Contoh proses transmisi data yang menggunakan konfigurasi ini adalah penyiaran televisi, penyiaran radio yang mana satu pemancar radio / televisi dapat diakses / terhubung dengan beberapa radio / televisi.

Kanal transmisi dalam proses transmisi data ini juga dapat diartikan sebagai pipa yang menghubungkan dua unit alat untuk mengirimkan datanya. Dimana kedua kanal yang terhubung tersebut memungkinkan untuk melakukan transfer data dalam saluran atau jalur tersebut.
Dengan adanya kanal transmisi tersebut memungkinkan kedua perangkat atau alat untuk terkoneksi / terhubung untuk melakukan komunikasi baik satu arah maupun dua arah. Untuk menentukan arah transmisi dalam kanal tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian yakni:
1.      Simplex
 Arah transmisi ini dikatakan juga dengan istilah one way transmission, dalam arah kanal transmisi Simplek hanya dapat melakukan komunikasi / transmisi satu arah saja seperti yang terdapat pada pemancar televisi atau pemancar radio. Dengan arah transmisi satu arah ini memungkinkan penerima data / informasi bersifat pasif serta tak dapat memberikan respon balik terhadap pengirim informasi / data.

2.      Half Duplex yang biasa disebut dengan either way transission dapat melakukan komunikasi / transmisi data dengan dua arah, akan tetapi tidak dapat melakukan transmisi data secara bersamaan, namun untuk melakukan transmisi data dua arah (Half Duplex) ini harus bergantian. Contoh alat yang menggunakan transmisi data model Half Duplex ini adalah Walkie-talkie, dimana ketika seseorang berbicara maka alat yang satunya hanya dapat digunakan untuk mendengarkan saja dan tidak dapat digunakan untuk berbicara bersamaan.
3.      Full Duplex: Arah transmisi ini disebut juga dengan both way transmission. Dimana kedua alat yang terhubung dapat melakukan transmisi data bersamaan. Pada saat komunikasi tengah terjadi, masing masing unit dapat melakukan pengiriman dan penerimaan data sekaligus. Contoh alat yang menggunakan teknologi  full duplex adalah Handphone, telephone.

1.2.Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang dapat kami angkat dalam tugas ini antara lain :
1.      Definisi transmisi
2.      Fungsi transmisi informasi
3.      Bagian-bagian dari transmisi informasi serta fungsinya
4.      Perencanaan sisitem
5.      Kapasitas informasi
6.      Digit biner

1.3.Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai ,antara lain:
1.Mengetahui dan memahami bagian-bagian dari sistem transmisi informasi
2. Memahami fungsi transmisi informasi
3. Mengetahui perncanaan yang ada di dalam sistem transmis
BAB II
LANDASAN TEORI


II.I.I. Definisi Transmisi
Transmisi yaitu bagaimana mengirimkan informasi dari perangkat satu keperangkat lain.Modulasi yaitu proses penumpangan informasi ke media carier (media transmisi).
Pada dasarnya systemTransmisi yaitu bagaimana mengirimkan informasi dari perangkat satu keperangkat lain. Modulasi yaitu proses penumpangan informasi ke media carier (media transmisi).Jalur transmisi adalah bagaimana suatu alat dapat mengirimkan informasi dengan peralatan lainnya. Jalur transmisi ini terbagi atas tiga, yaitu: Unicast, Multicast, dan Broadcast.
Unicast adalah kontak informasi yang terjadi antar suatu alat dengan satu alat lainnya. Sebagai analogi, contohnya adalah penggunaan telepon. Ketika satu telepon menghubungi telepon lainnya, maka yang dapat berkomunikasi adalah dua telepon tersebut.
Multicast adalah proses komunikasi yang terjadi antar satu alat dengan alat lainnya. Dimana masing-masing alat yang terhubung dapat berkomunikasi dengan alat yang menghubunginya. Contohnya adalah server yang ada pada internet. Dimana server tersebut melayani beberapa komputer yang menghubunginya, dan komputer yang dihubungi dapat memberikan respon balik kepada server itu tadi.
            Broadcast adalah proses pengiriman informasi dari satu alat ke alat-alat lainnya. Alat yang menerima informasi tidak dapat (atau tidak perlu) memberikan respon balik terhadap sang pengirim tentang informasi yang diterimanya. Contohnya adalah stasiun pemancar televisi atau pengiriman email melalui mailing list.Sistem komunikasi sering disebut dengan sistem yang digunakan untuk mentransmisikan informasi. Suatu sistem komunikasi yang lengkap mengandung didalamnya suatu pemancar (transmitter), suatu medium pentransmisian, dan suatu penerima (receiver) yang menghasilkan salinan informasi masukan di keluarannya. Pada alat komunikasi, pentransmisian informasi berhubungan dengan modulasi atau perubahan waktu suatu sinyal sinusoida tertentu yang dinamakan pembawa (carrier).
Ketika sinyal-sinyal melewati medium transmisi (saluran/channel), sinyal mengalami distorsi, bising (noise), dan ditambah dengan sinyal-sinyal pengganggu (interferensi). Tugas penerima (receiver) adalah menafsirkan secara betul sinyal-sinyal yang akan diterima. Sinyal-sinyal ini dapat berupa sinyal-sinyal untuk komunikasi teleponik, transmisi radio, maupun sinyal-sinyal biologi (data ECG), printout komputer, dan lain sebagainya.Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima data menggunakan komputer / media elektronik. Untuk mengetahui lebih jauh tentang transmisi data beserta proses dan langkah kerjanya.
Kapasistas Channel Transmisi disebut juga dengan istilah Bandwith, Bandwidth adalah kemampuan maksimum dari suatu media / alat untuk menyalurkan informasi dalam satuan waktu detik. Satuan yang digunakan untuk Bandwith adalah bit persecond (bps), atau Bit persecond (Bps), yang dapat diartikan “dikirmkan sekian bit pada setiap detiknya”. Bps mengartikan jumlah informasi yang terkirimkan dari suatu titik ke titik lainnya.

II.I.2.  Proses registrasi jaringan
Inisialisasipertama kali ponsel anda melakukan proses pemanggilan disebut dengan inisialisasi. Hal ini terjadi saat anda pertama kali mengaktifkan ponsel anda. Anda akan mendapatkan koneksi dari sell site terdekat, kemudian jaringan seluler akan melakukan pemeriksaan account atau keanggotaan anda masih aktif atau tidak, maka panggilan anda akan diproses lebih lanjut.Pemeriksaan daftar frekuensiponsel anda akan melakukan pemeriksaan daftar frekuensi yang ada di SIM anda. Pemeriksaan meliputi kualitas aliran frekuensi carrie, kemudian mencari Broadcash Control Channel atau BCCH. Setiap BCCH akan mentransmisikan penanda data yang unik, membedan antara AMPS dan GSM. Di system AMPS menggunakan system frekuensi radio yang terdedikasi pada setiap sel, sedangkan pada GSM semua frekuensi dapat membawa informasi, akan tetapi yang lebih penting adalah channel yang digunakan untuk aliran datanya bukan radio frekuensinya
Identifikasi informasiBase station atau Broadcash Control Center akan melanjutkan pengiriman untuk melakukan identifikasi informasi tentang sell site. Identitas jaringan tersebut adalah Carreier wireless itu sendiri, kode area lokasi saat itu, dan frekuensi yag digunakan, serta informasi tentang sel sekitarnya. Kesemua informasi tersebut digunakan untuk mengetahui apakah ponsel anda sedang aktif dan membutuhkan pelayanan.BCCH adalah bukan merupakan frekuensi radio yang didedicated. BBCH akan menggunakan channel yang akan membawa informasi dalam bentuk bit pada semua frekuensi didalam sebuah sel.
Pemeriksaan Broadcash Control Control ChannelFrekuensi radio ponsel akan melakukan pemeriksaan bradcash control channel, dimana ponsel anda akan mengirimkan sinyal untuk memriksa apakah sinyal tersebut masih di dalam jangkauan. Ponsel akan melakukan scanning seperti radio keseluruh daftar frekuensi BCCH satu-persatu serta memeriksa penerimaan sinyal. Pengukuran akan dilakukan pada setiap level channel. Cell site akan mengirimkan sinyal kuat ke ponsel anda. Sementara itu di broadcash control channel yang merupakan mobile monitor melakukan data stream dari ase station yang disebut frekuensi control burs atau frequency control channel burs (FCCB). Sinyal ponsel mobile anda akan melakukan sinkronisasi dengan system selular dengan sarana koneksi wireless. Setelah ponsel anda dengan base station telah berkomunikasi, maka semuanya siap digunakan.

II.I.3 Pemancaran data informasi
Disaat pengguna handphone sedang melakukan komunikasi, maka gelombang sinyal suara yang dihasilkan dari pengguna ponsel akan merambat di udara. Gelobang signal suara tersebut akan di terima oleh microphone untuk dirubah menjadi gelombang elektromagnetik. Dan akan dilanjutkan kepada bagian audio processor untuk dikuatkan dan diproses.Jika pengguna handphone melakukan sms, maka perintah yang di ketik oleh pengguna handphone kepada keyboard akan di proses oleh CPU (Central Proccesor Unit)
Perubahan signal digital menjadi signal analog (D/A Converter). Pada bagian ini signal data informasi akan dikonversikan menjadi berbentuk signal analog. Sebab pada bagian RF masih menggunakan signal berbentuk analog sedangkan pada bagian processor utama karakternya berbentuk digital.Hal ini perlu adanya penyesuaian antara dua karakter yang berbeda agar dapat saling berhubungan.Selanjutnya signal data informasi yang telah di konversikan akan dilanjutkan kepada bagian RF.
Pencampuran signal data dengan signal pembawa.Signal data informasi akan dikirim kepada base station, tentunya harus ada yang membawa signal data informasi tersebut. Oleh karena itu signal data informasi akan dicampur dengan signal pembawa oleh RF processor. Signal pembawa pada teknologi GSM mempunyai kisaran frekuensi 900-1900 MHz, gelombang ini awalnya dihasilkan oleh VCO, dimana VCO akan menghasilkan gelombang sebesar 3420-3840 MHz yang selanjutnya akan di olah oleh RF processor.Setelah signal data informasi sudah dicampur dengan signal pembawa maka akan dilanjutkan kepada bagian penguatan.
Penguatan akhirSignal data informasi yang sudah dicampur dengan signal pembawa akan diterima oleh base station, sedangkan jarak handphone kepada base station cukup jauh. Maka signal tersebut harus betul-betul kuat agar dapat di terima oleh base station. Maka signal tersebut harus diperkuat oleh PA Power Amplyfier. Bila penguatan akhir pada bagian pengiriman tidak berfungsi dengan baik maka ponsel tidak akan bisa meregistrasikan jaringan kepada operator, hal ini di sebabkan karena base station tidak dapat menerima signal data informasi dari handphone.
Pembagian jalur TransmisiSetelah dikuatkan maka signal akan dilanjutkan kepada antenna switch untuk di hubungkan kepada antenna. Antenna switch dapat di analogikan seperti bandara, dimana pada bagian transmisi data informasi pada handphone terdapat dua jalur, yaitu penerimaan dan pemancaran. Maka tanpa adanya antenna switch signal yang di terima dengan signal yang akan dipancarkan akan saling bertabrakan, karena pada teknologi GSM hanya ada terdapat satu jalur yang sebut dengan system TDMA.Pemancaran ke base stationSignal selanjutnya akan dipancarkan melalui antenna kepada base station. Antenna akan menetukan hasil dari pemancaran, maka lemah atau kuatnya signal tergantung dari kualitas antennanya.

II.I.4 Penerimaan data informasi
Penerimaan data dari base stationSignal informasi yang dipancarkan base station akan diterima terlebih dahulu oleh antenna handphone. Dan selanjutnya akan di teruskan kepada antenna switch untuk di teruskan kepada LNA.Pembagian jalur transmisiAgar signal pemancaran dengan signal penerimaan tidak bertabrakan, maka akan dibagi terlebih dahulu transmisi signalnya oleh antenna switch.Penguatan awalAgar signal dapat diterima dengan baik oleh bagian RF, signal yang dipancarkan oleh base station akan dikuatkan terlebih dahulu oleh LNA (Low Noise Amplyfier). LNA bukan saja difungsikan sebagai penguatan saja, tetapi dapat di fungsikan sebagai pemotong noise (desah).
 Pemisahan signal pembawa dengan signal informasiSignal yang dihasilkan oleh LNA masih tercampur dengan signal pembawa, agar dapat diproses oleh bagian DSP (Digital signal proccersor) maka signal data informasi harus dipisahkan terlebih dahulu oleh RF processor. System ini dinamakan dengan Demodulasi.
Perubahan signal analog menjadi signal digital (D/A Converter).Pada bagian ini signal data informasi akan dikonversikan menjadi berbentuk signal digital. Sebab pada bagian RF masih menggunakan signal berbentuk analog sedangkan pada bagian processor utama karakternya berbentuk digital.Hal ini perlu adanya penyesuaian antara dua karakter yang berbeda agar dapat saling berhubungan.Selanjutnya signal data informasi yang telah di konversikan akan dilanjutkan kepada bagian processor utama (CPU). Bila signal data informasi tersubut adalah suara maka akan dilanjutkan kepada audio amplifier.
Penguatan akhir pada signal suaraBila signal data informasi tersebut data suara, maka akan dikuatkan terlabih dahulu oleh audio amplifier sebelum dilanjutkan kepada speakers. Signal audio tersebut akan dirubah menjadi gelombang elektromagnetik, selanjutnya akan di hubungkan kepada speakers agar signal elektromagnetik tersebut menjadi signal suara yang merambat diudara agar dapat di dengar oleh telinga manusia.



Dasar Sistem Transmisi Sistem transmisi merupakan usaha untuk mengirimkan suatu bentuk informasi dari suatu tempat yang merupakan sumbketempatlainyangmenjaditujuan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXWeiVwJnrT4pkv6ByRJbnxEyoa82gdd-AuSaIJ-OQEtvWFe7SeG88ojQGusC5UNsnLlSJTHf1fDUeYIMq6MJv7puVNJecESp2v4mO76oDa-ukGfkdYMzlogFfVMAD6fGZrcG008L3Xg0/s400/gambar+1.bmp
Daya Sinyal Daya sinyal merupakan ukuran kekuatan sinyal yang dinyatakan oleh
suatu satuan.Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan daya sinyal adalah
Watt. Dalam perjalanannya melalui suatu media transmisi sinyal akan mengalami
penguatan atau pelemahan, dikatakan mengalami penguatan bila melalui suatu
perangkat yang menghasilkan suatu penguatan atau gain, dan mengalami
pelemahan bila melalui suatu media transmisi yang bersifat meredam.Untuk memudahkan dalam perhitungan digunakan satuan yang bersifatlogaritmit yaitu decibel (dB) yang menyatakan perbandingan antara dua bilangan yang mempunyaisatuan yang sama (gambar 2.2).
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaCiOU07pXbGnCk3q9b-jOT3H4P8FEoRT8a-YRCItT2MYtAO2zzSKYcSJIcrZvS_6-xpdhyphenhyphene3ftqeFvniuORCoQnOL5vz_EEuMXei3mRfA0u4uH6PACsVvCjCABUGW5lAJRP8m9tisgx0/s400/gambar+2.bmp
Media yang memperkuat sinyal akan menghasilkan gain positif sedangkan
media yang memperlemah sinyal mempunyai gain negatif. Satuan lain sering digunakan adalah dBW yang menyatakan perbandingan daya dalam dB relative terhadap 1 watt P dBW = 10 log (P/1watt)
PdBmW = 10 log (P / 1 mW)
Dimana : 1 watt = 1000 miliwatt dan 1 dBW= 30 dBmW
 Figur Derau Semua media transmisi baik pasif ataupun aktif akan
menimbulkan noise atau derau terhadap sinyal yang melaluinya. Noise figure merupakan ukuran derau yang dihasilkan oleh suatu perangkat relatif terhadap perangkat yang bersifat ideal (tanpa derau).Juga menyatakan banyaknya penurunan SNR (Signal Noise Ratio) yang dihasilkan oleh suatu perangkat.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsplPCUDd-j6BqU-dGdS12wQlQ2-7lfWBKoC1ZVVToJ3LhjAYfhgZyq4IlZ7hp3ml7Vr_CcNf5UgRzdLZ13SJbffBMeNpIiGvamZSWX_EmBn7GBWNAyFe1sHi39ws7bYySRtkxOMRe4-I/s400/gambar+3.bmp
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf6aU8eKV9onA-42Wdk_txdlVF7L6DLaSQSdtsIq4i14WXQuNUoJcDQ5qPaLwaauHhzTXs1U70s3Nl4bRGn4y_zeBxP3lQp11iddWNPROQxcRvPrG6NVC_l9cgB7iUStx7VthtQPFlIFQ/s400/gambar+4.bmp


SNR (Signal to Noise Ratio) didefinsisikan sebagai perbandingan daya sinyal terhadap daya derau pada suatu titik.
[S/N]dB= Daya sinyaldBW Daya deraudBW
EIRP EIRP (Effective Isotrophic Radiated Power) digunakan untuk menggambarkan unjuk kerja suatu perangkat transmisi. Secara umum system transmisi terdiri dari tiga elemen dasar, yaitu pemancar yang menghasilkan sinyal keluaran, antena sebagai pemancar sinyal dan saluran transmisi untuk menyalurkan sinyal dari pemancar ke antena (gambar 2.3)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisvwdQ-gTa6vgXAy3ldVwTv6I7rmL4j3uFAZs9sbgyAfxhZAXPrCtfpJRKCNmvE2lCVannnKKWgGJdHfLjcfAS-Y9_QZ14jX_X90PvBGOYnaF1g_YeGGN9Vlo5em42u7WZoB0mADY04rs/s400/gambar+5.bmp
EIRPdBW = Pt + Gant – Lt
Pt = daya RF keluaran pemancar (dBW)
Gant = Gain antena (dB)
Lt = Loss saluran transmisi (dB)
Redaman Ruang Bebas Redaman ruang bebas (Free Space Loss) didefinisikan sebagai redaman yang dihasilkan oleh suatu media transmisi, berupa ruang bebas, sebagai akibatdaripenyebaran energi sinyal yang dipancarkan.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6OfzWZe6BacD69WXEf-OKnvVDHfh8naUVZgtfRAeOodj8uq6ApcUJ1mhUGLSx4ktHpqqDXMQaolSJ4n-3mWdoi-INtYR2gSIqWkZ8EX2GLLRBIkzrnuesKTxm5KeUYf_J_oJpN9mkp3U/s400/gambar+6.bmp
Ldb = 32,44 + 20 log D + log f
L = Redaman ruang bebas (dB)
D = Jarak antara pemancar dan penerima (km)
F = Frekuensi (MHz)
Dari persamaan diatas terlihat bahwa redaman akan meningkat 6 dB bila
frekuensi yang digunakan dua kali lebih tinggi. Begitu pula jarak yang ditempuh
dua kali lebih jauh maka redaman juga meningkat 6 dB.
Gelombang radio yang menjalar melalui lapisan atmosfir  menempuh jalur yang tidak benar-benar lurus. Gelombang radio akan dibelokkan atau dipantulkankarena pengaruh kerapatan dari media yang berupa lapisan atmosfir. Dalam perancangan sistem transmisi faktor kelengkungan bumi harus diperhatikan untuk menentukan ketinggian antena.Pembiasan yang disebabkan oleh lapisan atmosfir dapat menyebabkan   pancaran sinyal dibelokkan baik mendekati atau menjauhi bumi.Koreksi akibat faktor kelengkungan bumi dinyatakan persamaan :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfuXbVAZOFcQtb6hZQ9J5xUqT0cq4Igm80MGUjZZDYSjCg1HQp2632yql0aQVLBremAkTK-cJwrZIl2Pi3SkeAMdm70klCeV_65jhZQ9jMSidwXszbqM3pai0HMDa_jak8BybpvdpCV-M/s400/gambar+7.bmp
r = jari-jari efektif bumi
ro = jari-jari bumi sebenarnya
d1 = jarak pemancar ke penghalang
d2 = jarak penerima ke penghalang
Jika nilai K lebih dari satu maka pancaran sinyal dibelokkan mendekati
bumi, hal ini berlaku pada link radio jarak pendek.Bila nilai K bernilai kurang
dari satu maka pancaran sinyal dibelokkan menjauhi bumi.Bila hal ini terjadi
maka tinggi antena harus dinaikan.Nilai K yang sering dipakai dalam perhitungan praktis adalah  4/3 atau 1,33.
 Zona Fresnel Faktor lain yang harus diperhatikan dalam perancangan sistem  transmisiadalah zona fresnel yang didasarkan pada teori bahwa gelombang elektromagnetik yang menjalar melalui ruang bebas akan mengalami pantulan sedemikian rupa sehingga akibat pergeseran fasa sinyal pantulan akan menghasilkan sinyal result yang saling menguatkan atau saling melemahkan.Untuk menentukan zona fresnel digunakan persamaan :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMy_gj1cZUKDAW9kICBLAEvrbiRX1lnApThb6fiYtg_QqyiszCsnyeFNfvMJpR_Rgj-yq0z3NvXsBOcza-e5bNFlpwQ5W_1FK8glZ1pItXs5MuDNTAP6pFuAWjMGEq6WIRg9MSeZJTMbI/s400/gambar+8.bmp
F = frekuensi (GHz)
d1 = jarak pemancar ke penghalang                                            
d2 = jarak penerima ke penghalang
D = jarak pemancar ke penerima
Nilai optimum clearance adalah 0,6 dari jari-jari zona fresnel pertama
a)      Pemudaran (Fading)
Akibat dari karakteristik media transmisi yang menyebabkan terjadiny pembiasan, pantulan, penyebaran atau sebab lainnya sinyal terima bervariasi.Fenomena ini disebut dengan fading yang secara umum terdiri dari dua tipe fading yaitu multipath fading dan power fading.
b)      Multipath Fading
Multipath fading disebabkan karena penggabungan sinyal langsung dengan sinyal pantulan yang menghasilkan sinyal jumlah yang saling melemahkan.Pantulan bisa berasal dari permukaan bumi atau lapisan atmosfir.Karakteristik pantulan dari lapisan atmosfir sangat dipengaruhi oleh suhu dan cuaca.Sedangkan pantulan dari permukaan bumi dipengaruhi oleh profil bumi dan benda-benda yang ada diatasnya.
c)      Power Fading
Dengan berlalunya waktu maka kekuatan sinyal pancaran akan berubah
pula, disebut juga dengan power fading. Perubahan ini bisa disebabkan karena perubahan profil bumi misalnya tumbuhnya pohon yang semakin tinggi, banyak gedung-gedung baru dibangun.Kondisi dari perangkat yang digunakan pun berubah, misalnya terjadinya oksidasi atau intrusi gas dan air ke dalam perangkat yang digunakan sehingga menurunkan performasi dari perangkat.
d)     Interferensi
Spektrum frekuensi yang tersedia sangat terbatas oleh sebab itu  penggunaanya harus diatur sedemikian rupa sehingga jangan sampai terjadi interferensi antara berbagai perangkat sistem transmisi.Interferensi adalah terjadinya tumpang tindih antara dua sinyal atau lebih akibat keberadaannya pada spektrum frekuensi, waktu dan tempat yang bersamaan. Sinyal yang berinterferensi biasanya akan saling menganggu antara satu dengan yang lainnya.

II.1.6. SIKLUS HIDUP SISTEM (System Life Cycle-SLC)
Sistem Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan system informasi dasar-dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.Adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer.Sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
Berbagai metodologi SLC telah dikembangkan untuk memandu proses yang terlibat termasuk model air terjun (asli metode SLC), pengembangan aplikasi cepat (RAD), pengembangan aplikasi bersama (JAD),maka air mancur model dan spiral model.Umumnya, beberapa model digabungkan ke dalam beberapa jenis hibrida metodologi. Dokumentasi sangat penting berapapun jenis model dipilih atau dibuat untuk setiap aplikasi, dan biasanya dilakukan bersamaan dengan proses pembangunan. Beberapa metode kerja lebih spesifik untuk jenis proyek, tetapi dalam analisis terakhir, faktor yang paling penting bagi keberhasilan suatu proyek dapat seberapa dekat rencana tertentu diikuti.
Beberapa SLC terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih.Pada kenyataannya SLC adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis.Konsep life cycle menjadikansegala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati.Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.
Sistem Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :
1)      Fase Perencanaan
Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan.Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.
2)      Fase Analisis
Bila perencanaan telah dilakukan dan mekanisme pengontrolan telah ditetapkan lalu dilanjutkan ke fase analisis dan disain. Face iniuntuk menganalisa setiap proyek yang kita buat. Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut.Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol. Analisis mengumpulkan persyaratan untuk sistem.Tahap ini meliputi rinci kajian terhadap kebutuhan bisnis organisasi.Pilihan untuk mengubah proses bisnis dapat dianggap. Berfokus pada desain tingkat tinggi seperti desain, program apa yang diperlukan dan bagaimana mereka akan berinteraksi, desain tingkat rendah (bagaimana setiap program akan bekerja), desain interface (antarmuka apa saja yang akan terlihat seperti) dan data desain (data yang akan diperlukan). Selama tahap ini, perangkat lunak dari keseluruhan struktur yang ditetapkan.Analisis dan Desain sangat krusial dalam pembangunan seluruh siklus. Any glitch dalam tahap desain dapat menjadi sangat mahal untuk memecahkan di kemudian tahap pengembangan perangkat lunak.Banyak perawatan dilakukan selama tahap ini.Yang logis sistem produk dikembangkan di tahap ini. Dan bersamaan itu dengan fase designnya yaitu :
  • Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru. Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Merancang alir kerja (workflow) dari sistem dalam bentuk diagram alir (flowchart) atau Data Flow Diagram (DFD). Merancang basis data (database) dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) bisa juga sekalian membuat basis data secara fisik. Merancang input ouput aplikasi (interface) dan menentukan form-form dari setiap modul yang ada. Merancang arsitektur aplikasi dan jika diperlukan menentukan juga kerangka kerja (framework) aplikasi. Pada tahapan ini atau sebelumnya sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi (deployment).
3)      Fase Implementasi
Implementasi adalah akuisi dan integrasi dari sumber fisik yan g menghasilkan sistem yang bekerja.
Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data.Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem. Dalam tahap ini, desain yang sudah diterjemahkan ke dalam kode.Program komputer yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman konvensional atau aplikasi generator.Alat pemrograman seperti kompiler, Juru, Debuggers digunakan untuk menghasilkan kode. Berbagai bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti C, C ++, Pascal, Java digunakan untuk coding. Sehubungan dengan jenis aplikasi, hak bahasa pemrograman yang dipilih.
4)      Fase Operasi
Segera sesudah operasi penggantian yaitu jika sistem baru sudah terpasang makadilakukanlah postimplementation reviewtinjauan post implementasi untuk mengevaluasi sejauh mana sstem tersebut memenuhi criteria penampilan.Secara ideal tinjauan ini sebaiknya dilakukan oleh pihak ketiga misalnya auditor EDP atau konsultan.Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.
Pada fase 1-3 adalah siklus hidup pengembangan system.Tahap 4 adalah tahap penggunaan (implementasi) yang berlangsung hingga tiba waktunya untuk merancang system itu kembali jika diperlukan. Proses merancang kembali akan mengakibatkan berulangnya siklus hidup sistem secara keseluruhan.

II.1.7. Prototyping

Prototipe memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses menghasilkan prototipe disebut dengan Prototyping.Jenis-Jenis Prototipe sistem operasional prototipe jenis I, prototipe jenis II  sebagai ceak biru bagi sistem operasional.
v  Pengembangan prototipe jenis I antara lain :
1. Mengidentifikasikan kebutuhan pemakai
2. Mengembangkan prototype
3. Menentukan apakah prototipe dapat diterima
4. Menggunakan prototype
v  Mengembangkan prototipe jenis II
1. Mengkodekan sistem operasional
2. Menguji sistem operasional
3.  Menentukan jika sistem operasional dapat diterima
4. Menggunakan sistem operasional

II.I.8. Digit biner
Bilangan Biner atau binary atau binary digit (dapat disingkat menajdi bit) adalah salah satu jenis dari sistem bilangan yang ada. Bilangan Biner terdiri dari angka 0 dan 1.
Bilangan Biner umum digunakan pada dunia komputasi. Komputer menggunakan Bilangan Biner agar bisa saling berkomunikasi antar komponen (hardware) maupun antar sesama komputer. Karena komputer hanya menggunakan bahasa mesin, yaitu apabila komputer mendapatkan sinyal listrik atau tegangan listrik (Volt), berarti bernilai 1. Apabila komputer tidak mendapatkan sinyal listrik atau tegangan listrik, berarti bernilai 0.
Bilangan Biner dapat dikonversikan ke jenis sistem bilangan lain seperti bilangan desimal dan oktal. Manusia sering menggunakan bilangan desimal dalam kehidupannya sehari-hari. Bilangan biner dan jenis sistem bilangan lainnya saling menyusun satu sama lain. Misalnya bilangan biner 00000010 merupakan angka 2 dalam bilangan Desimal. Begitupun sebaliknya, apabila angka 2 Desimal, maka berarti angka 00000010 dalam Bilangan Biner.
Bilangan Biner digunakan juga untuk menyusun suatu data ataupun file yang terdapat di dalam komputer. Misalnya terdapat suatu file yang berukuran 1MB (Mega Byte). Apabila 1 Byte= 8 bit, berarti file tersebut tersusun atas beratus-ratus bit menjadi sebuah file tersebut.
Bilangan Biner juga digunakan untuk berkomunikasi antar sesama komputer dalam suatu jaringan. Karena komputer hanya mengerti Bilangan Biner, maka komputer menstransmisikan sinyal-sinyal listrik ke perangkat jaringan untuk bisa berkomunikasi satu sama lain. Bilangan Biner sangat penting dalam menyusun suatu jaringan komputer.

1.      Lebih dari satu digit

Jadi, jika satu digit hanya punya dua kemungkinan "keadaan" (seperti "0" dan "1", atau "On" dan "Off"), berapa banyak keadaan yang ada dengan 2 atau lebih digit biner?Contoh, berapa banyak macam cara yang dapat dibuat untuk 4 digit (seperti dalam contoh 4 macam drum)? Coba kita catat, mulai dari 1 digit (kamu dapat mengujinya sendiri menggunakan saklar):
Satu digit akan memiliki 2 keadaan...
0
1
...dua digit memiliki 4 keadaan...
0
0
0
1
01
1
0
0
1
11
...tiga digit memiliki 8 keadaan...
0
0
0
0
0
1
01
1
0
1
011
1
100
1
10
0
1
0
1
11
... dan empat digit memiliki 16 keadaan.
0
0
0000
0001
1
0
0
10
1
00
1
1
0
0100
0
01
1
0110
0111
1
0
0
0
1000
1
1001
1
0
1010
1
1011
1
0
0
1100
1
1101
1
0
1110
1
111
Dan, sebenarnya, kita sudah membuat 16 bilangan biner pertama:
Desimal:
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Biner:
0
1
10
11
100
101
110
111
1000
1001
1010
1011
1100
1101
1110
1111
Ini cukup berguna untuk diingat. Jika kamu lupa seperti apa urutan bilangan biner, ingat saja: "0" dan "1", kemudian "0" dan "1" lagi tapi dengan "1" di depan masing-masing ("10" dan "11") kemudian ambil keempatnya dan letakkan "1" di depan ("100","101","110","111") dan seterusnya!

2.      Pangkat dua digit biner

Perhatikan juga bahwa setiap kita menambahkan digit biner maka artinya melipatgandakan kemungkinan.Mengapa melipatgandakan?Karena kita harus mengambil semua keadaan yang mungkin sebelumnya dan mencocokkannya dengan "0" dan "1" seperti diatas.Jadi, jika kita punya 5 benda, maka totalnya menjadi 32, 6 benda akan menjadi 64, dll.
Dengan menggunakan eksponen, dapat ditunjukkan seperti berikut:
Jumlah digit
Rumus
Nilai
1
21
2
2
22
4
3
23
8
4
24
16
5
25
32
6
26
64
dll...
dll...
dll...
Contoh: Jika kamu punya 50 digit biner (atau misalnya 50 benda yang masing-masing memiliki hanya dua keadaan), berapa macam cara yang bisa dibuat?
Jawab 250 = 2 × 2 × 2 × 2 ... (kelimapuluhnya adalah) = 1.125.899.906.842.624
Jadi, sebuah bilangan biner dengan 50 digit dapat memiliki 1.125.899.906.842.624 nilai berbeda.
Atau dengan cara lain, bilangan dapat ditunjukkan hingga 1.125.899.906.842.623 (catatan bahwa ini kurang dari jumlah total nilai, karena salah satu nilai adalah 0).
Description: http://www.matematikaria.com/images/chess-board.gif

3.      Papan catur

Ada sebuah legenda tua bangsa India tentang seorang Raja yang ditantang beradu catur oleh seorang Mahaguru. Raja bertanya "apa hadiah yang Engkau minta jika menang?".
Mahaguru itu menjawab ia hanya minta beberapa butir beras: satu di kotak pertama, 2 di kotak kedua, 4 di kotak ketiga dan seterusnya, berlipat ganda di tiap kotak. Raja sangat heran dengan permintaan yang sederhana ini.
Akhirnya, Mahaguru menang, maka berapa butir beras yang akan diterimanya?Di kotak pertama: 1 butir, di kotak ke dua: 2 butir (untuk total dari 3) dan seterusnya seperti berikut:
Kotak
Butir
Total
1
1
1
2
2
3
3
4
7
4
8
15
10
512
1.027
20
524.288
1.048.575
30
53.6870.912
1.073.741.823
64
???
???
Di kotak ke 30 kita bisa lihat sudah banyak beras yang terkumpul! Satu milyar beras beratnya 25 ton (1000 butir beratnya sekitar 25g - berat sudah dihitung).
Perhatikan bahwa Total setiap kotak adalah kurang 1 dari Butir di kotak berikutnya (Contoh: kotak 3 total adalah 7, dan kotak 4 memiliki 8 butir). Jadi total semua kotak dicari dengan rumus: 2n-1, dimana n adalah jumlah kotak. Contoh, untuk kotak 3, total adalah 23-1 = 8-1 = 7
Maka, untuk memenuhi semua 64 kotak papan catur akan diperlukan 264-1 = 18.446.744.073.709.551.615 butir (460 milyar ton beras), beberapa kali lipat dari beras yang ada di kerajaan itu. Jadi, pemangkatan dua bilangan biner tidak bisa dianggap remeh (460 milyar ton tidaklah ringan!)
(Kembali ke legenda tadi, Sage menyatakan dirinya sebagai Raja Krishna dan mengatakan pada sang Raja bahwa ia tidak perlu membayar utangnya saat itu juga, tapi setiap hari harus menyisihkannya untuk peziarah sampai terlunasi utangnya.)

4.      Heksadesimal

Terakhir, kita akan membahas hubungan khusus antara biner dan heksadesimal.Ada 16 digit heksadesimal, dan kita sudah tahu bahwa 4 digit biner memiliki 16 nilai mungkin. Baiklah, berikut ini hubungan antara masing-masing:
Biner:
0
1
10
11
100
101
110
111
1000
1001
1010
1011
1100
1101
1110
1111
Heksadesimal:
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
A
B
C
D
E
F
Jadi, ketika orang menggunakan komputer (lebih banyak menggunakan bilangan biner), akan lebih mudah jika menggunakan satu digit heksadesimal daripada 4 digit biner.Contoh, bilangan biner "100110110100" adalah "9B4" dalam heksadesimal.
        
II.I.9.Kapasitas InformassiTersembunyi Pada Steganografi CitraMenggunakan Teknik HYBRID
Dua Hal penting Dalam, steganografi adalah kapasitas penyisipan informasi (kapasitas muatan) Dan kemampuan menyembunyikan informasi (imperceptibility). Acute payload ditingkatkan maka adakalanya kemampuan untuk menyembunyikan informassi akan berkurang dan begitu sebaliknya. Untuk pemilihan menggunakan metoda steganografi dapat disesuaikan artikel baru kebutuhan, apakah kapasitas penyisipan atau kemampuan penyembunyian informasi yang diutamakan. Penelitian inisial berfokus pada kebutuhan Akan ukuran informasi yang dapat disisipkan pada citra steganografi artikel baru mengusulkan penggunaan teknik hybrid yaitu menggabungkan Artikel Baru Teknik kompresi, penggunaan multi-LSB Penyisipan Dan pembesaran ukuran pada dimensi gambar serta penggunaan kriptografi, sehingga diharapkan dapat diperoleh peningkatan kapasitas penyisipan Dan perlindungan keamanan informassi  tersembunyi yang lebih baik.Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknik hybrid yang diusulkan dapat meningkatkan kapasitas penyisipan informassi tersembunyi bahkan secara teori peningkatannya dapat tak terbatas.
Dua hal penting dalam steganografi adalah kapasitas muatan dan imperceptibility (kemampuan untuk menyembunyikan informasi). Jika muatan meningkat, imperceptibility kadang-kadang akan berkurang atau sebaliknya. Untuk itu, pilihan metode steganografi dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan isi, apakah kapasitas muatan atau kemampuan penyembunyian. Penelitian ini berfokus pada ukuran kebutuhan informasi yang akan melekat pada citra steganografi menggunakan teknik hybrid yang menggabungkan teknik kompresi, Penyisipan LSB multi, memperbesar ukuran dimensi gambar (perbesaran) dan kriptografi. Ini teknik hibrida diharapkan dapat meningkatkan kapasitas muatan dan memberikan perlindungan keamanan yang lebih dari informasi yang tersembunyi. Hasil menunjukkan bahwa teknik hibrida yang diusulkan dapat meningkatkan kapasitas muatan informasi yang tersembunyi dan secara teoritis dapat mengalami peningkatan terbatas. Peningkatan total kapasitas teknik hibrida (Hybrid I) adalah sama dengan perkalian dari peningkatan kapasitas dari masing-masing teknik kontributor. Selain itu, teknik hibrida juga dapat memberikan perlindungan tambahan karena informasi yang tersembunyi dienkripsi dengan kriptografi Triple DES
Macam-Macam Media Transmisi Data Pada Jaringan 10:07 Waskim Kim 2 comments Pada artikel kali ini kita akan mengena Macam-Macam Media Transmisi Data Pada Jaringan. Apa sih yang dimaksud dengan media transmisi? Media transmisi atau biasa disebut transmitter adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan komputer, media transmis yaitu alat yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya yang biasa dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data.Untuk memilih media transmisi atau transmitter yang tepat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau tidaknya medium tersebut.
1.      Copper Media
Copper Media adalah media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal-sinyal listrik (tegangan atau arus) digital.Media transmisi data kabel yang dipakai dalam jaringan computerberaneka ragam.Berikut adalah jenis-jenis kabel yang biasa dipakai dalam jaringan komputer.Coaxial Cable Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV.Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector).Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar.
Ada 4 jenis kabel coaxial, yaitu : ( Thinnet atau RG-58 (10Base2) rg-58 ,Thicknet atau RG-8 (10Base5). rg-8,  RG-59 rg-59,  RG-6 rg-6 )
Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.Utp-stp-cable Kabel STP (Shielded Twisted Pair) Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi.Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m. Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
 • Kategori (Cat-1). Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
 • Kategori 2 (Cat-2). Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
• Kategori 3 (Cat-3). Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
• Kategori 4 (Cat-4). Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
• Kategori 5 (Cat-5). Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.
2.      Optical Media singlemode
Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya.Dari transmitter^ receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser.
Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8,3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang tindih. Multimode kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah.
Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi tidak akurat. Sedang plastic opticalfiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya.Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibre optic (serat optic). Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah). Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua fiber, satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan satunya untuk Receive (Rx) sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua arah secara bersama-sama (full duplex).
C. Wireless Network
Saat ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (wireless network), transmisi data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan data.Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah jarak, bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan komputer. Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah adapci-card-wifi WRT54GL Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2,4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini.Media transmisi pada jaringa komputer dibedakan menjadi 2 macam, yaitu kebel dan wrireless.Cuma dari masing-masing jenis (kabel dan weireless) juga ada banyak lagi ragam pilihan alat yang bisa dipilih dalam membangun sebuah jaringan.















BAB III
PENUTUP


III.1. Simpulan
            Adapun kesimpulan dari makalah ini antara lain :
v  Transmisi yaitu bagaimana mengirimkan informasi dari perangkat satu keperangkat lain. Modulasi yaitu proses penumpangan informasi ke media carier (media transmisi).
v  Transmisi yaitu bagaimana mengirimkan informasi dari perangkat satu keperangkat lain. Modulasi yaitu proses penumpangan informasi ke media carier (media transmisi).
v  Unicast adalah kontak informasi yang terjadi antar suatu alat dengan satu alat lainnya.Multicast adalah proses komunikasi yang terjadi antar satu alat dengan alat lainnya.Broadcast adalah proses pengiriman informasi dari satu alat ke alat-alat lainnya.
v  Sistem Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :
Fase Perencanaan,Fase Analisis,  Fase Implementasi, Fase Operasi.
III.I.2. Saran
            Adapun saran untuk pembuatan makalah ini antara lain:
v  Diharapakan untuk kedepanya agar mempunya refensi yang lebih lagi sebagai sumber yang sifatnya konkrit.
v  Mampu mengaplikasikan kegunaan transmisi informasi dalam lingkungan kerja ataupun dalam kehidupan sehar


DAFTAR PUSTAKA
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar